Pertanyaan Tentang Alkitab pada Kitab Kejadian
P: Dalam Kejadian, bagaimana kita mengetahui kitab Kejadian harus berada dalam Alkitab?
J: Diantara beberapa alasan, karena Yesus dan beberapa orang lain dalam Alkitab telah membenarkan Perjanjian Lama dan menunjuk Kejadian sebagai kitab injil didalamnya. Lihat dalam Matius 19:4 dan Markus 10:4-9, terdapat dua contoh dimana Yesus mengutip dari Kejadian yang sebagai kitab injil.
P: Dalam Kejadian, siapakah yang pertama kali menjawab pertanyaan dalam Kejadian?
J: Sejauh yang saya perhatikan, orang pertama yang menulis jawaban untuk setiap pertanyaan dalam Kejadian adalah Philo, seorang Yahudi Helenis dari kota Aleksandria, yang hidup sekitar tahun 20B.C. sampai 50 A.D. Saat ini kita mempunyai seorang penterjemah seorang berkebangsaan Armenia yang akan menterjemahkan pekerjaannya. Ia menulis tiga bagian, dalam Questions and Answers on Kejadian. Kita telah melindungi jawaban-jawabannya tentang 244 pertanyaan dari Kejadian 1 sampai 17, berdasarkan sudut pandang seorang Yahudi yang beriman yang telah dipengaruhi oleh filosofi Platonik Yunani.
P: Dalam Kejadian 1, karena beberapa hal harusnya pasti dan benar, seperti 1 = 1, dan 1 + 1 = 2, apakah Tuhan menciptakan ilmu matematika dan ilmu berhitung? Bagaimana caranya Dia menciptakan itu semua?
J: Tuhan menciptakan segala sesuatu; namun, sebuah pengulangan kata, yang merupakan sesuatu yang didefinisikan benar, seperti halnya sesuatu yang merah adalah berwarna merah, dan itu bukanlah sesuatu. Kita dapat melakukan spekulasi bahwa Tuhan menciptakan segala “sesuatu” dalam ilmu matematika bukan dalam pengulangan kata.
P: Dalam Kejadian 1, karena Tuhan menciptakan segala sesuatu, apakah Dia menciptakan kegelapan, roh jahat, dan lubang dalam dunia? Jika dia menciptakan roh jahat, Ia sepertinya bukanlah Tuhan yang baik dan sempurna. Jika bukan Dia, maka siapa mereka yang menjadi penciptanya.
J: Tuhan menciptakan segala sesuatu. Kegelapan bukanlah sesuatu atau benda, tetapi sebuah keadaan berkurangnya atau hilangnya cahaya. Roh jahat bukanlah benda, namun sebuah keadaan dari hilangnya atau menyimpang dari kegiatan. Lubang dunia, kegelapan, dan roh jahat tidak diciptakan secara langsung oleh Tuhan, tetapi mereka menjadi tetap ada karena adanya suatu pengulangan, atau benda, cahaya, dan kebaikan dengan “existential by products”. Seperti halnya bayangan kegelapan bukanlah hal yang berdiri sendiri, mempunyai materi, energi, atau roh. Demikian tanaman dapat mati dalam suatu (bayangan) kegelapan.
P: Dalam Kejadian 1, karena Tuhan menciptakan segala sesuatu yang baik, mengapa badai tornado, wabah penyakit, dan bencana alam terjadi?
J: Segala sesuatu pada dasarnya baik. Namun, dalam Roma 8:20-22 menyatakan sejak masa kejatuhannya, dunia juga “berada dalam kekecewaan”. Seluruh dunia berada dalam kekuasaan roh jahat (1 Yoh 5:19), dan penguasa dunia ini adalah Setan, menurut Yohanes12:31; 14:30.
P: Dalam Kejadian 1, apakah yang menjadi perdebatan ilmu kosmologi?
J: Pertama, ini merupakan hal yang sederhana, menggunakan metode dengan bebas logika untuk mengungkapkan hal tersebut.
Anda tidak dapat mendapatkan sesuatu dari sesuatu yang tidak ada. Setiap hal yang diciptakan harus diciptakan. Walau hal yang diciptakan pertama haruslah diciptakan dengan sesuatu atua seseorang yang telah ada sebelumnya. Oleh karena itu, sesoerang atau sesuatu haruslah abadi dan bukan dari penciptaan.
Ini merupakan formula yang lebih tepat lagi; definisinya merupakan definisi saya sendiri.
Kita mengasumsikan bahwa setiap orang cukup mengetahui untuk memiliki definisi yang tepat tentang logika, kotradiktif dan non-kotradiktif, peristiwa, proses, “dalam”, objek, kumpulan, waktu, urutan, materi, energi, roh, penyebab, diakibatkan oleh, dan mengakibatkan.
Kehidupan yang sebenarnya didefinisikan disini sebagai yang ada dalam alam semesta ini, mempunyai kemampuan untuk dipengaruhi oleh sesuatu yang ada dalam semesta ini. Ini mungkin merupakan sebuah definisi yang sempit tentang kehidupan, yang mana hal tersebut tidak mempertimbangkan ide-ide, pola-pola, dan hal-hal lain. Maka, sebutlah ini kehidupan “sebenarnya” dan membatasi pembahasan kita tentang kehidupan yang sebenarnya.
Sesuatu yang nyata didefinisikan sebagai sebuah objek atau kumpulan atau materi, energi, atau kombinasi yang memiliki kehidupan yang sebenarnya. Kebenaran logis, kontradiksi yang logis, dan pembuktian matematis bukanlah hal yang dipertimbangkan disini.
Kehidupan yang parasit, disamping itu, didefinisikan sebagai sesuatu yang nyata yang hidup namun bukan sesuatu yang benar-benar nyata. Lubang bumi, kegelapan, kekurangan bahan pangan, kekeliruan, dan kejahatan bukanlah suatu benda, energi, atau roh, yang sama halnya sebagai bayangan kegelapan yang dapat membunuh tanaman yang membutuhkan sinar matahari, atau seperti kekurangan makanan dapat membunuh seseorang, bayangan kegelapan dan kekurangan makanan merupakan keadaan yang sebenarnya tanpa menjadi suatu hal yang nyata.
Alam semesta di definisikan sebagai sebuah kumpulan hal-hal yang nyata yang benar-benar ada. Perlu diperhatikan bahwa dalam definisi sebagian ini alam semesta merupakan “self-contained”, dan Tuhan (yang diasumsikan Tuhan itu hidup, merupakan sebuah roh, dan dapat menggunakan benda-benda) berada dalam alam semesta ini.
Ketiadaan didefinisikan sebagai suatu hal yang tidak sebenarnya ada, atau tidak mempunyai kehidupan yang nyata pada suatu waktu tertentu. Dengan kata lain, sebelum diciptakan [atau setelah dirusak], suatu hal yang nyata tidak berada dalam alam semesta, tidak mempengaruhi alam semesta, dan tidak dipengaruhi oleh alam semesta.
Ciptaan di definisikan sebagai suatu peristiwa atau proses pembuatan suatu hal atau makhluk yang nyata. Ciptaan berbeda dari “modifikasi”, yang tidak terlalu membutuhkan hal-hal di luar ciptaan itu sendiri. Ciptaan akan suatu hal yang nyata dapat termasuk kedalam modifikasi atau perusakan akan suatu hal yang sebelumnya tidak nyata, tapi tidak selalu demikian. Namun, kita bisa lihat ke hal-hal berikutnya.
Sesuatu tidak dapat datang dari suatu ketiadaan. Setiap menciptakan hal yang hidup membutuhkan sebuah penyebab untuk ciptaan itu sendiri. Dengan kata lain, tak satupun dapat diciptakan kecuali sesuatu atau hal-hal yang menciptakan suatu hal tersebut.
Sesuatu hal tidak dapat menciptakan dirinya sendiri. Tak satupun yang dapat menciptakan dirinya sendiri. Ketika benda yang nyata terkadang dapat merubah diri mereka sendiri, atau merusak mereka sendiri, tak satupun dapat menjadi suatu sebab dari ciptaan itu sendiri.
Sebab pertama. Ketika menciptakan suatu hal dapat pula menciptakan hal lain, akhirnya tetap harus ada penyebabnya pertama kali. Dengan kata lain, dalam sebuah urutan penyebab, sedikitnya satu penyebab harus ada sebelum penyebab lain ada.
Tidak diciptakan. Karena sedikitnya satu penyebab harus ada tanpa adanya penyebab lain sebelumnya, dan setiap ciptaan membutuhkan suatu penyebab, setidaknya satu hal yang nyata atau hidup merupakan suatu hal yang tak diciptakan dan memang sudah ada sejak dahulu kala, karena setidaknya terdapat satu hal yang hidup yang tidak diciptakan.
Ringkasan: setiap benda yang hidup mempunyai suatu maksud dalam suatu waktu atau sebuah periode yang mana ada pertama kali, atau bahkan tidak terjadi satu waktupun. Jika tidak terjadi, maka hal itu adalah abadi adanya dan memang bukanlah suatu ciptaan. Jika terjadi, maka hal yang nyata tersebut merupakan penyebab bagi keberadaannya sendiri.
Keterbatasan: Perdebatan ini tidak membuktikan sesuatu yang pertama merupakan sbeuah benda yang hidup, atau dapat juga dikatakan bahwa hanya ada satu hal yang tidak berasal dari ciptaan, atau memang tetap hidupnya atau adanya hal yang “uncreated” itu. Dengan mudah dapat dibuktikan bahwa sedikitnya satu hal yang nyata (baik berbentuk atau tidak) yang akan tetap hidup abadi tanpa harus diciptakan terlebih dahulu.
Salah satu dari penulis pertama dalam menjernihkan menKejai hal itu, ia melihat pada perdebatan kosmologi dan mengatakan bahwa Tuhanlah sumber pertama atau penyebab pertama, dan orang itu adalah Philo dari Yahudi, yang hidup di Aleksandria, Mesir, dari tahun 15/20 B.C. sampai tahun 50 A.D. R.C. Sproul dan Norm Geisler mempunyai banyak hal-hal yang membantu dalam perdebatan kosmologikal.
P: Sebuah argument mengatakan bahwa “kompleksitas yang ada di dunia ini mengindikasikan bahwa sebelumnya terdapat seorang pencipta” merupakan suatu hal yang baik, sampai ketika terdapat suatu penerikan kesimpulan yang logis dari hal tersebut. Apa itu kompleksitas Tuhan? Jika sebuah hal yang rumit pun dibuthkan sebuah perancanag, maka Tuhan pasti membutuhkan perancang yang hebat. Dimanakah semua itu berakhir? Perdebatan ini berakhir pada “kemunduran yang hebat”, dan tak ada satu jawaban pun yang dapat menjawabnya. Apakah demikian?
J: Sebelum menjawab argumentasi ini, perkenankan saya untuk menjelaskan “permasalahannya” pertama kali. Terlepas dari konsep kompleksitas, hal ini juga merupakan sebuah masalah dengan bentuk yang kurang baik dalam perdebatan kosmologi. Jika segala sesuatu mempunyai sebuah penyebab, maka Tuhan pun seharusnya juga mempunyai penciptanya.
Ketika sesuatu mempunyai sebuah akhir, atau tidak mempunyai akhir, hanya terdapat dua jawaban yang masuk akal:
a) tidak ada akhir untuk regresi yang terbalik
b) terdapat suatu akhir pada regresi yang terbalik ini, yaitu pencipta pertama yang bukan berasal dari ciptaan.
Jika a), dikatakan tidak ada akhir pada regresi terbalik ini, maka segala sesuatu ada tanpa adanya seorang pencipta, karena akhirnya regresi tersebut pun tidak mempunyai penyebab. Oleh karena itu, memang seharusnya ada seseorang atau sesuatu yang tidak mempunyai pencipta.
Jika b), terdapat sebuah ujung dari regresi yang terbalik ini, maka harus ada pencipta yang pertama terhadap sebuah kompleksitas yang tak dapat dispesifikasikan ini. Tentunya, hal itu berarti Tuhan bukanlah sesuatu yang diciptakan, hasil-hasil ciptaan.
Saya pun masih penasaran dan juga heran, jika memang Tuhan dapat merangkum hal-hal yang kompleks ini dengan sangat sederhana, dan saya pun berpikir, bahwa mungkin kita hanya memikirkan pencipta itu hanya dalam suatu waktu. Jika memang Tuhan sudah ada sebelum zaman penciptaan, dan jika memang waktu itu pun termasuk dalam ciptaan Tuhan, maka membicarakan hal-hal yang ada sebelum Tuhan ada merupakan sebuah oxymoron.
P: Dalam Kejadian 1, apakah Tuhan menciptakan hal-hal lain atau dunia lain?
J: Dia menciptakan hal-hal lain, selain yang ada di bumi, hal tersebut yaitu: malaikat dan setan-setan (iblis). Dan ketika menciptakan dunia lain itu pun Ia berada disana pula, Alkitab tidak mengatakan semua hal yang kita ingin tahu, tapi Alkitab akan memberitahu hal-hal yang perlu kita ketahui—dan kita harus yakin kita membacanya. Tuhan pun telah menciptakan alam lain, dan boleh jadi hal itu adalah surga dan neraka.
P: Dalam Kejadian 1, mengapa Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, dimana Tuhan sebelumnya pasti sudah tahu bahwa mereka akan tidak menurut kepadaNya?
J: Meskipun Tuhan sudah tahu sebelumnya bahwa mereka akan berbuat dosa, Tuhan mengatakan beberapa hal menKejai mengapa Ia menciptakan manusia.
Karena keAgunganNya: Tuhan menciptakan anak-anakNya karena kemuliaanNya. Yesaya 43:7; 61:34.
Manusia untuk saling mencintai: Tuhan sangat mencintai kita. Mazmur 145:9, 1 Yoh 3:1
Untuk menjadi anak-anakNya: 1 Yoh 3:1-2; Galatia 3:28, Roma 8:15-17
Untuk hidup dalam kita: 1 Yoh 4:12-16; Roma 8:9-11
Tuhan menginginkan agar tak satupun dari kita yang binasa. Yehezkiel 18:23,32; 33:11; 2 Petrus 3:9. Sebelum itu, Tuhan tidak merasa menyesal menciptakan mereka, yang mungkin akan, menolak Dia. Tuhan telah mengetahui bahwa mereka akan berbuat dosa, dan tetap memilih tidak turut campur dengan pilihan mereka atau bukan “tidak menciptakan” mereka.
Kemungkinan sebagian alasan Tuhan memilih untuk menciptakan manusia yang akan menyerupai citraNya sama halnya dengan alasan orangtua memilih untuk mempunyai anak. Ya, anak-anak akan mahal membiayai, seperti untuk makanan dan popok mereka, dan anak-anak akan merasa bersedih, karena rasa sakit yang mereka derita, penyakit, dan ketidakmenurutan mereka, tetapi melalui semua itu, sebuah cinta atau kasih saying akan membuat hal itu bukanlah hal yang buruk melainkan hal yang bermanfaat atau berarti.
P: Dalam Kejadian 1:1, apakah Tuhan menciptakan sesuatu karena Ia memang harus menciptakan itu?
J: Alkitab tidak mendukung spekulasi ini. Tuhan tidak mempunyai suatu keharusan, dalam perasaan bahwa Ia akan disalahkan atau dihentikan ke-eksistensiannya jika Dia tidak menciptakan sesuatu. Dilain hal, keinginan Tuhan hanya ingin menciptakan, dan Tuhan memenuhi keinginanNya itu dalam sebuah karyaNya yang indah dan megah.
P: Dalam Kejadian 1:1, apakah ada banyak ciptaan setelah zaman Kejadian?
J: Kitab Injil pun tak mengatakan demikian, dan Tuhan bebas melakukan hal apa saja yang Ia kehendaki. Jika Tuhan menciptakan ciptaan yang lain, mereka itu adalah seperti halnya, malaikat, atau Adam dan Hawa sebelum mereka jatuh dalam dosa, kita, iblis, binatang-binatang, atau sesuatu yang memang berbeda dari hal-hal itu.
P: Dalam Kejadian 1:2, jika roh Tuhan melayang-layang diatas permukaan air, apakah itu berarti Roh Kudus tidak cerdas, makhluk hidup, namun merupakan sebuah kekuatan yang aktif seperti yang dikatakan oleh Saksi Yehova?
J: Tidak. Faktanya bahwa Roh Kudus tidak berbentuk secara fisik dan oleh karena itu dapat melayang-layang diatas air, yang mana hal itu tidak bertentangan dengan Injil yang menunjukkan bahwa Roh Kudus merupakan sesuatu yang hidup dengan sebuah kepribadian.
Dibawah ini merupakan duplikasi dari pembahasan yang ada pada 1Yoh 5:6-8.
Sebuah kesaksian dapat menjadi sesuatu yang hidup dan begitu pula dapat menjadi sesuatu yang mati. Sebuah kesalahan dari Saksi Yehova adalah mempercayai bahwa Roh Kudus mempunyai atribut yang tidak dimiliki manusia, yang oleh karena itu (dengan menggunakan logika) mereka percaya Roh Kudus tidak mempunyai kepribadian. 1Yoh 5:6-8 menunjukkan sebuah fakta dimana terdapat tiga saksi yang menyaksikan bahwa Yesus memiliki tubuh seperti manusia. Yaitu melalui darahNya dalam penyalibanNya, dan Roh yang diberikan kedalam hati setiap pengikutnya atau umat Kristen. Melalui air dalam pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis, atau seperti halnya air yang mengitari seorang bayi saat kelahirannya.
Dibawah ini adalah beberapa fakta yang Alkitab ajarkan pada kita tentang kepribadian dari Roh Kudus.
Parakletos (Pemberi ketentraman, yang selalu menyertai kita). Yoh 14:16,26, Yoh 15:26
Dapat mengetahui pikiran-pikiran yang paling dalam dari Tuhan 1 Kor 2:10-11
Berbicara pada kita. Kisah Para Rasul 13:2, Ibrani 3:7
Mengingatkan kita. Yoh 14:26
Seperti orang tua, sehingga kita tidak akan menjadi yatim piatu. Yoh 14:18
Memimpin kita. Yoh 16:13
Mengajarkan kita. Yoh 14:26 1 Kor 2:13
Hidup di dalam kita. 1 Kor 3:16, 2 Tim1:14, Roma 8:9,11, Efesus 2:22
Berada dalam hati kita. 2 Kor 1:22 Galatia 4:6
Dia menjadi perantara untuk kita (benda mati tidak dapat menjadi perantara). Roma 8:26-27
Dapat dihina. Ibrani 10:29
Memberikan kesaksian tentang Kristus. Yoh 15:26
Mempunyai pikiran. Roma 8:27
Dapat menjadi bersedih atau berduka. Yesaya 63:10, Efesus 4:30
Membuat pilihan. 1 Kor 12:11
Memiliki kasih. Roma 15:30
Melihat sesuatu sebagai hal yang baik. Kis 15:28
Mencari hal terdalam tentang Tuhan. 1 Kor 2:9-10
Karena kepedulianNya, Dia merintih untuk kita. Roma 8:26
P: Dalam Kejadian 1:10, bagaimana Tuhan dapat menciptakan bumi, karena dalam Kejadian 1:1 dikatakan bumi telah diciptakan terlebih dahulu?
J: Kata Ibrani (eres) mempunyai arti yang sama dalam kedua hal itu. Seperti kata dalam bahasa Inggris, eres dapat berarti dunia di bawah langit, dan juga berarti tanah atau daratan yang kering. Demikianlah Tuhan menciptakan planet dalam Kejadian 1:1, dan daratan yang kering dalam Kejadian 1:2. Lihat dalam Encyclopedia of Bible Difficulties hal.65-66.
P: Dalam Kejdian 1 dan 2, mengapa terlihat bahwa terdapat dua cerita penciptaan?
J: Kejadian 1 menceritakan penciptaan surga dan bumi, dan Kejadian 2 menceritakan penciptaan manusia di taman Eden.
P: Dalam Kejadian 1 dan di bagian lain, mengapa Tuhan disebut Elohim, sementara di pasal yang lain, seperti Kejadian 2, Tuhan disebut Yahweh?
J: Tuhan mempunyai banyak nama dan gelar dalam Alkitab. Yahweh itu mengarah pada sosok Allah yang berhubungan dengan kita sedangkan Elohim, menekankan pada keesaan Allah, dan dapat berada dimana-mana.
Merupakan hal yang sudah biasa juga dalam budaya kuno dalam memiliki lebih dari satu nama untuk dewa yang sama. Dibawah ini merupakan beberapa contohnya:
Osiris – Wennefer, Khent-amentius, Neb-abdu
Bel – Enlil, Nunamnir
Sin – Nanna
El – Latpan
Baal – Larpan
P: Dalam Kejadian 1, dapatkah Tuhan menciptakan bumi dalam waktu yang harafiah, yaitu 24 jam dalam waktu 6 hari?
J: Dengan tidak mempertimbangkan apakah mereka berpikir bumi sudah tua atau masih muda, namun semua umat Kristen harusnya menjawab pertanyaan ini dengan ”ya”.
Dalam hari enam hari itu, Tuhan Yang Maha Kuasa dapat saja menciptakan ini semua tak usah dalam jam, dalam enam detik pun bisa jika Ia menginginkan. Masalah ini bukan pada bagaimanakah Tuhan harus mencipta, tetapi bagaimana Injil dan alam menyatakan apa yang Ia memilih untuk menciptakan ini semua.
Sebagai catatan tambahan, Injil tidak mengatakan berapa lama satu hari dengan Tuhan yang berada dalam Kejadian 1. Ulangan 7:1 menunjukkan bahwa satu ”hari” dapat merupakan satu periode waktu yang lebih dari 24 jam, sama seperti yang dipahami dalam ”hari” di zaman Musa. Mazmur 90:4; 2 Petrus 3:8 menjelaskan bahwa hari-hari Tuhan dapat lebih lama dari yang kita bayangkan.
P: Dalam Kejadian 1, apakah persamaan antara penciptaan ini dengan cerita penciptaan orang Babilonia membuktikan bahwa mereka berasal dari manusia biasa?
J: cerita bangsa Babilonia memang dapat dibilang sama dalam beberapa hal secara fisik, namun hampir sangat berlwanan dalam masalah penciptanya atau penyebab. Disamping itu terdapat dua hal yang berbeda dimana Marduk dengan berjuang ditengah kekacauan yang disebabkan oleh naga Tiamat, Tuhan justru yang memerintahkan segala hal yang terjadi. Jika ada beberapa kebenaran dalam budaya yang berasal bukan dari Alkitab pastilah akan menjadi suatu hal yang mengejutkan. Ditambahkan, gaya penulisan atau penceritaan dari Kitab Kejadian 1 ini dengan sengaja dibedakan dengan konsep para penyembah berhala.
P: Dalam Kejadian 1:26 dan 3:22, mengapa kata “Kita” digunakan oleh Tuhan yang adalah Esa?
J: Terdapat dua kemungkinan jawaban.
Namun demikian, Philo dari bangsa Yahudi (dari tahun 15/20 B.C. sampai tahun 50 A.D.) menginterpretasikan hal ini bukan sebagai “kami” yang diagungkan tetapi bahwa Tuhan menggunakan beberapa wakil seperti yang ada dalam On the Creation bag. 24 no.75 hal.11.
P: Apakah dalam Kejadian 1:26 berarti bahwa kita harus berpendidikan untuk mendapatkan kesempurnaan yang seperti Tuhan dan memusatkan pada berkat yang dari Tuhan, seperti pemuja Baha ajarkan dalam Some Answered Questions hal.8 dan 9?
J: Tidak demikian, karena Kejadian 1:27 mengatakan bahwa Tuhan melakukan apa yang Ia firmankan dalam Kejadian 1:26. Ketika Adam dan Hawa diciptakan, mereka itu sempurna tanpa dosa sampai akhirnya jatuh dalam dosa, dan mereka tidak membutuhkan pendidikan. Dimana kita juga masih menjadi citra Tuhan, Kejadian 1: 26-28 mengarah pada apa yang telah Tuhan sempurnakan.
P: Apakah dalam Kejadian 1:26 berarti manusia merupakan “tuhan-tuhan kecil” bagi diri mereka sendiri, seperti yang dikatakan oleh Kenneth Hagin dan beberapa pengajar kepercayaan lain katakan?
J: Tidak. Kata “seperti” bukan berarti “adalah” dalam Kejadian. Walaupun pengajar kepercayaan lain menyetujui bahwa ciptaan seperti kita ini tidak pernah dipuja. Tubuh Adam dan Hawa pun diberikan keabadian namun dapat dirusak, sebuah kebajikan dapat dirusak, dan sebuah kasih yang sempurna untuk Tuhan pun dapat dilempar jauh-jauh seperti layaknya sebuah buah yang busuk.
P: Dalam Kejadian 1:26-27, apakah hal itu merupakan percakapan diantara trinitas (Allah, Putra, dan Roh Kudus) atau percakapan dari ciptaanNya yaitu para malaikat?
J: Sementara para malaikat mendengar kata-kata ini juga, maka dipastikan percakapan ini terjadi diantara Allah Trinitas. Penciptaan kita bukanlah pekerjaan dari malaikat melainkan dari Tuhan dalam Trinitas. Penulis Kristen pertama, Justin Martyr, juga telah mengobservasi ini dan mengatakan bukanlah pekerjaan malaikat. (Ditulis sekitar 138-165 A.D.) dalam bukunnya Dialogue with Trypho the Jew bag. 62
P: Dalam Kejadian 1:26-27, karena Tuhan menciptakan manusia lebih tinggi daripada malaikat, maka apakah Tuhan juga nantinya bisa menciptakan sesuatu yang lebih tinggi dari manusia?
J: Injil tidak berkata seperti itu, dan Tuhan mempunyai kebebasan untuk melakukan apapun yang Ia inginkan. Namun demikian, Injil mengatakan bahwa umat yang percaya adalah atau akan disebut “putra-putra Allah” dan kita akan “memerintah dengan Kristus” dan “bersama-sama dengan Kristus” (Efesus 2:6). Ini memang akan sulit untuk sebuah ciptaan apapun yang terbatas untuk melebihi dari ciptaan tersebut (manusia sebagai orang percaya).
P: Dalam Kejadian 1:26, apakah Adam merupakan “manusia yang hebat” dengan kemampuan yang berjuta-juta kali lebih hebat dari kita, seperti yang dituliskan Watchman Nee dalam The Latent Power of the Soul (1933 hal.15)?
J: Injil tidak pernah mengajarkan pemikiran aneh seperti ini. Injil juga tidak pernah mengajarkan bahwa Adam hampir sama dengan Tuhan sebagai tampak yang kelihatan, seperti yang diajarkan Wacthman Nee dalam buku yang sama halam 18. Sayangnya, manusia seringkali mencoba untuk menambahkan pengajaran mereka tentang apa yang dikatakan Tuhan sebenarnya.
P: Dalam Kejadian 1:26, jika kita diciptakan menurut rupa Allah, tidakkah membuktikan Tuhan (atau Bapa) mempunyai tubuh seperti manusia? (Seperti yang disebutkan oleh aliran Mormon)
J: Kebanyakan orang menyetujui Roh Kudus tidak mempunyai tubuh seperti manusia dan Yesus tidak memiliki tubuh daging saat itu. Jika “kita” mengarah pada pembahasan tentang Bapa, Putra, dan Roh Kudus, maka citra atau rupa bukanlah mengarah pada sebuah tubuh duniawi. Disamping itu, dalam Kejadian 9:6 dikatakan bahwa walaupun manusia jatuh dalam dosa, kita tetap akan memiliki citra Allah.
P: Dalam Keajadian 1:27, apakah sejak manusia jatuh dalam dosa, manusia tetap diciptakan menurut gambar Allah?
J: Ya. Dalam Kejadian 9:6, setelah terjadi air bah, disana dikatakan walaupun kita telah dikotori oleh dosa, kita tetap akan serupa dengan Allah.
P: Dalam Kejadian 1:28, karena manusia diperintahkan untuk memenuhi bumi dan menaklukkannya, apakah hal ini juga membolehkan manusia untuk merusak lingkungan yang ada didalamnya?
J: Tidak semuanya seperti itu. Kita belum pernah mendengar ada seorang Kristen atau seorang Yahudi yang membaca ayat itu dan menginterpretasikannya sama seperti itu. Terjemahan baru ini, pertama berkembang pada tahun 1967 [ lihat pada akhir sebuah referensi dari Kaiser], terlihat disitu ketika anda membaca bagian dari Kejadian 1, anda akan mengartikan “taklukan” sama dengan “merusak”, bukan “menggunakan dengan baik”. Dimana sebenarnya Alkitab mengatakan enam hal penting tentang merawat tanah dan binatang.
1. Mereka adalah “penyewa” tanah sebenarnya adalah milik Tuhan
1a. Oleh karena itu, tanah tidak dapat dijual secara permanen. (Imamat 25:23)
1b. Segala sesuatu merupakan milik Allah (Mazmur 24:1)
2. Tuhan akan mengadili umat manusia yang merusak biasanya merusak tanah.
2a. Yesaya 24:5 mengatakan bumi dirusak oleh penghuninya sendiri.
2b. Zakaria meratapi kerusakan dari hutan-hutan yang megah dan padang rumput yang subur. Begitu pula, ketika meratapi malapetaka rohani dapat dikiaskan melalui malapetaka yang ada pada alam.
3. Tuhan mengutuk secara fisik orang-orang yang merusak tanah.
3a. Tuhan akan merusak milik orang yang telah merusak bumi. (Wahyu 11:18).
3b. Tuhan akan menghukum “domba” yang tidak hanya memakan sesuai kebutuhannya, namun menginjak seluruh yang ada dipadang rumput. Mereka tidak hanya minum air bersih, tapi juga mengeruhkan sumber air dengan kaki mereka. (Yehezkiel 34:17-22)
3c. Bilangan 5:3 mengatakan untuk tidak menajiskan perkemahan, dalam konteks dengan penyakit yang menular.
3d. Walau dalam perang, janganlah memotong pohon yang terdapat buah karena akan meyuburkan tanah. (Ulangan 20:19-20). Sebuah pohon zaitun dapat hidup lebih dari 1000 tahun.
4. Tuhan mengutuk pengrusakan bumi yang dilakukan dengan kepikiran jahat.
4a. Bilangan 35:33-34 memerintahkan pada kita : “jangan mencemari negri” dengan konteks melakukan pembunuhan pada orang lain.
4b. Jangan najiskan negrimu dengan berhala-berhala. (Yeremia 16:15)
4c. Yeremia 32:35 menyebutkan orang-orang menajiskan Lembah Ben-Hinom dengan pengorbanan anak bayi mereka.
4d. Dalam Yehezkiel 7:22, orang-orang jahat akan menajiskan tempat Tuhan yang berharga.
5. Hukum Tuhan meliputi dalam pemeliharaan sumber kehidupan dengan baik.
5a. Adam ditempatkan “dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu” (Kejadian 2:15).
5b. Jangan menaburi dua jenis benih bersamaan (Ulangan 22:9). Justru, benih yang berbeda dapat menghilangkan serangga.
5c. Biarkan tanah mengalami sabat setiap tujuh tahun sekali selama hari peringatan (Imamat 25:3-7,11-12,18).
5d. Tuhan akan menghukum bangsa Israel bagi mereka yang tidak melaksanakan hal tersebut. (Imamat 26:34-35).
6. Binatang-binatang: merupakan milik Tuhan, diciptakan untuk kebutuhan kita, namun kita harus merawatnya secara baik.
6a. Binatang merupakan milik Tuhan. (Mzm 50:10) dan Ia merawat mereka (Mzm 36:6; 104:11,14; 147:8-9).
6b. Memakan daging adalah suatu yang baik, dan beberapa ayat pun menyatakan demikian. (Kej 9:2-5; Kis 10:13).
6c. Yesus itu tanpa dosa (Ibrani 4:15; 7:26; 1 Ptr 3:22; 1 Yoh 3:5). Ia memakan ikan (Lukas 24:42-43) dan menjadi seorang Yahudi yang baik, akan makan daging seperti diperintahkan selama perayaan Paskah kaum Yahudi (Keluaran 12:8-10).
6d. MenKejakan pakaian dari kulit diperbolehkan, seperti juga Yohanes Pembaptis yang menKejakan ikat pinggang dari kulit dalam Markus 1:6.
6e. Berburu itu diperbolehkan. (Imamat 17:13).
6f. Membunuh binatang untuk persembahan pun diperkenankan (Keluaran – Ulangan)
6g. Kita haruslah memiliki perhatian pada binatang-binatang. (Amsal 12:10).
P: Dalam Kejadian 1:28, walaupun Alkitab tidak secara jelas mengatakan bahwa kita harus menyia-nyiakan pemberian Tuhan melalui lingkungan kita, apakah Kristen secara implisit mengajarkan bahwa kita harus menyampahi lingkungan ?
J: Tidak. Anda tidak dapat menyalahkan masalah ekologi yang disebabkan karena ketamakan dan banyaknya masyarakat Kristen, banyak hal lebih dari satu masalah pun dapat menyalahkan suku Animisme di Afrika, umat Hindu di India, umat Budha/konfusianis di China, dan umat Islam di Indonesia dan Timur tengah. Ada banyak masalah ekologi disetiap benua, yang mana ada jika masyarakat disana hanya merusak lingkungan untuk kepentingan pribadi di setiap benua. Pembahasan lebih lanjut tentang apa yang dikatakan oleh Alkitab tentang lingkungan, dapat dilihat di jawaban sebelumnya.
P: Dalam Kejadian 1:29 apakah Adam dan Hawa diberikan benih tanaman, atau dapatkah mereka memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat seperti yang dikatakan dalam Kejadian 2:17 ?
J: Sementara kita tidak mengetahui apakah pohon pengetahuan yang baik dan yang buruk mempunyai benih atau tidak, namun tak ada hubungannya. Tanpa mempertimbangkan hal tersebut, arti dari firman tersebut mereka dapat memakan semua tanaman yang ada disana, kecuali satu buah dari pohon pengetahuan yang baik dan jahat.
P: Dalam Kejadian 2:2-3, mengapa Tuhan beristirahat dari pekerjaanNya di hari ketujuh?
J: “Istirahat” disini berarti berhenti untuk menciptakan. Injil tisak pernah mengatakan Tuhan butuh istirahat, tetapi Dia memilih demikian.
P: Dalam Kejadian 2:2, apakah konsep Sabat yang merupakan berasal dari bangsa Babilonia dimasukkan dalam tradisi Yahudi selanjutnya?
J: Jawabannya ada dua, satu hari Sabat bagi umat Kristen dan satu lagi bagi orang non-Kristen.
1. (Untuk umat Kristen): Jika anda mengasumsikan bahwa Yesus berasal dari Tuhan yang dibuktikan dari kebangkitanNya, sejak Yesus menerima keakuratan yang asli dan reliabilitas dari Perjanjian Lama, dan referensi menKejai hari Sabat dalam Kejadian dan Yeremia dapat dibuktikan bahwa peristiwa itu terjadi sebelum Yesus datang, itu bukanlah penemuan bangsa Babilonia, dan tidak ada satupun lagi yang perlu dikatakan.
2. (Untuk umat non-Kristen): Bangsa Babilonia menyebut hari ke-15 dalam satu bulan dengan sappatu. Tentunya, hanya ada satu hari setiap bulan bukan empat hari. Hari Sabat merupakan sebuah konsekuensi kecil bagi bangsa Israel dalam masa sebelum pembuangan dan sangat penting setelah hari pembuangan. Namun, untuk mengatakan bahwa bangsa Babilonia dan bangsa Yahudi setelah hari pembuangan itu merupakan universal “menipu” menjadi a) mempercayai pembuangan mereka dikarenakan kegagalan mereka untuk mematuhi perintah yang memang tidak ada dalam Injil, dan b) ini telah ditambahkan dalam 59 pasal (35 diantaranya ada dalam Taurat) tanpa seorangpun memperhatikan, ini meragukan. Dilain hal, tidak semua orang Yahudi pergi ke Babilonia. Yermia mencatat bahwa beberapa pergi ke Mesir. Bangsa ini merupakan keturunan bangsa Yahudi yang menterjemahkan Perjanjian Lama ke dalam bahasa Yunani, dan dalam terjemahan bahasa Yunani versi yang ketujuh puluh terdapat ayat tentang hari Sabat, juga.
P: Dalam Kejadian 2:4, 5:1, 6:9, 10:1, 11:10, 11:27, 25:12, 25:19, 36:1, 36:9, dan 37:2, Bilangan 3:1; Rut 4:18, apakah kata dalam bahasa Ibrani (Tol’dot) mengawali sebuah bagian atau menyimpulkan sebuah bagian?
J: Entah kata itu selalu mengarah pada permulaan, pada akhir, atau tidak ada sama sekali.
Berikut ini:
Ambiguitas: Disini terdapat beberapa “tol’dot” yang dapat diinterpretasikan berbeda-beda. Kejadian 2:4; 5:1; 36:9; 37:2.
Permulaan: Disini terdapat beberapa “toledots” bahwa konteks meminta mereka berada di awal: Kejadian 6:9; 10:1; 11:10; 11:27; 25:12; 25:19; 36:1; Bilangan 3:1. Philo seorang Yahudi (pada tahun 15/20 B.C.- tahun 50 A.D.) menyebutkan Kejadian 2:4 sebagai “rangkuman ceritanya (Musa) tentang penciptaan dunia” dalam On the Creation 44:129 hal.18.
Di akhir: Hal itu bukan “tol’dot” yang berdiri sendiri yang mungkin dimiliki memang diakhir bagian. Oleh karena itu, bagian-bagian yang ambigu mungkin berada di permulaan.
Kebanyakan bukti yang menyimpulkan bahwa “toledot” berada di awal bagian yaitu berasal dari Kejadian 25:19, yang mana mengatakan itu merupakan cerita Iskak. Secara cepat bagian berikutnya membicarakan tentang Ismail dan mengatakan tak ada apapun tentang Iskak.
Lihat The Bible Knowledge Commentary : Old Testament (Victor Bukus 1985) hal.22-23 untuk lebih lanjutnya tentang mengapa “Toledot” berada di awal.
P: Dalam Kejadian 2:5-7, apakah Tuhan menciptakan tumbuh-tumbuhan setelah manusia, atau sebelum manusia seperti yang dikatakan Kejadian 1:12,26? (pertanyaan ini ditanyakan oleh seorang Ateis bernama, Capella)
J: Terdapat empat hal dalam menjawab ini.
1. Pertama kali adalah tuumbuhan: Kejadian 1 secara jelas mengatakan tumbuhan diciptakan di bumi sebelum adanya manusia. Ini tentunya, juga meliputi segala bibit awal dari segala tumbuhan yang ada pada masa sekarang.
2. Dunia vs. Kebun: Kejadian 1 menceritakan cerita penciptaan surga dan bumi, sementara Kejadian 2 menceritakan penciptaan taman Eden.
3. Masa panen setelah manusia ada: Kejadian 2 menunjukkan bahwa semak-semak di lading ada setelah manusia ada, yaitu di taman Eden. Dalam kedua kejadian ini, kata Ibrani “ladang”, adalah saday digunakan lebih sering, dibandingkan menyebut tumbuhan.
4. Ilmu arkeologi menguatkan apa yang ditunjukkan dalam Kejadian. Benih padi yang kita gunakan saat ini tidak akan hidup sampai setelah manusia membiakan mereka untuk dikembangkan.
4a. Jagung: para arkeolog mengatakan pada kita bahwa benih jagung telah dibiakkan dalam dunia yang baru sekitar 5000 tahun sebelum Masehi. Jagung itu berasal dari sebuah benih yang dinamakan teosinte. Teosinte memiliki sekitar 50 biji yang halus, dan tongkolnya tidak lebih dari satu inci. Sedangkan, jagung saat ini memiliki 500 sampai 1000 biji yang melekat di setiap tongkolnya. Karena biji itu melekat, saat ini jagung tidak dapat tumbuh ditanah yang liar tanpa bantuan dari manusia.
4b. Gandum: Ilmu arkeologi menemukan bibit dari tanaman gandum di daerah Timur tengah di Iraq sekitar 7000 tahun sebelum Masehi. Bibit itu disebut Emmer dan akan kehilangan bijinya ketika angin menggoyangkan. Saat ini terdapat ribuan makanan terbuat dari gandum. Sebagai catatan, beberapa orang melihat perbedaan waktu sekitar 2000 tahun antara jagung dengan gandum pada waktu pengembangbiakan menjadi salah satu dari dua alasan (alasan lain adalah binatang kuda) bahwa ketika bangsa Spanyol datang ke Amerika, tradisi suku Indian sudah ada sekitar 1000 sampai 2000 tahun sebelum budaya Eropa ada.
4c. Beras. Merupakan pendatang baru diantara ketiga tanaman biji-bijian. Beras ini di kembangbiakkan sekitar 3500 tahun sebelum Masehi.
Sebagai catatan, di Beersheba mereka menemukan biji-bijian gandum, gerst (untuk membuat bir), miju-miju, dan anggur yang sudah dikeraskan dari tahun 4000 sebelum Masehi.
Ringkasan: Tumbuhan ada sebelum manusia, tetapi benihnya dan ladangnya ada setelah manusia diciptakan.
P: Dalam Kejadian 2:7, apakah Tuhan menciptakan sesuatu, atau apakah Ia hanya “mengatur” itu seperti yang dikatakan oleh pengajaran Mormon, atau apakah sesuatu yang tidak diciptakan karena sesuatu itu tidak nyata, seperti yang diajarkan oleh aliran Kristen Sains dan beberapa agama bangsa timur?
J: Tidak. Tuhan adalah Maha Kuasa berarti Tuhan dapat melakukan apapun, dan Tuhan menjadi Sang Pencipta berarti Tuhan menciptakan segala sesuatu. Tuhan menciptakan alam semesta “ex nihilo” yang berarti dari yang tidak ada. Demikian, untuk memastikan, Tuhan tidak hanya menciptakan “sesuatu yang berhubungan dengan benda atau energi”, tetapi Tuhan menciptakan benda dan energi dari mereka sendiri.
P: Dalam Kejadian 2:7, dan 19 apakah Tuhan menciptakan manusia sebelum binatang, atau setelah binatang seperti yang dikatakan dalam Kejadian 1:24, dan 27? (seorang ateis (Capella) menanyakan hal ini)
J: Terdapat tiga hal untuk menjawabnya.
Diatas bumi, Tuhan menciptakan manusia setelah binatang, seperti yang ada adalam Kejadian 1:24-27.
Di taman Eden, Tuhan perlu menciptakan manusia sebelum menunjukkan mereka binatang-binatang itu.
Walaupun di Taman Eden, binatang seharusnya ada sebelum manusia ada. Kejadian 2:19 mengarahkan pada binatang yang telah diciptakan saat itu. Ini tidak berarti tidak ada binatang yang diciptakan sampai saat itu.
P: Apakah Kejadian 2:7 membuktikan bahwa manusia tidak memiliki jiwa yang abadi seperti yang dikatakan oleh Saksi Yehova?
J: Tidak. Kata Ibrani disini, nepesh, berarti “jiwa” di beberapa tempat, dan “kehidupan” ditempat lain seperti hal ini. Bagaimana orang percaya berada di bawah mezbah seperti dalam Wahyu 6:9-10 dimana berada dibawah mezbah jika mereka tidak tetap hidup setelah kematian?
P: Dalam Kejadian 2:10-14, dimana sungai yang mengalir keluar dari Taman Eden?
J: Pertama kali, perlu diketahui Taman Eden tidak berada di bumi saat ini. Kita tidak tahu dimana sungai Pison berada, dan sungai Efrat dan Tigris berada di Turki, Siria, dan Iraq. Sungai Gihon pun biasa disebut sebagai sungai Nil, yang mengalir dari daerah Cush, selatan Mesir. Namun, ini dapat menjadi sebuah sungai kecil yang berasal dari “Cush” (Kashshu) di barat Elam, yang mana sangat dekat dengan sungai Tigris dan sungai Efrat. Sungai Kassit ( dalam bahasa Yunani: Kossaeans ) berasal dari sana.
P: Dalam Kejadian 2:15, mengapa Tuhan mengatakan padamu (personel) untuk boleh memakan buah apapun di taman, kecuali kalau kamu (jamak) makan buah pengetahuan baik dan jahat?
J: Walau mereka dapat memilih beberapa pohon yang; namun mereka tidak boleh memakan makanan yang sama. Tetapi, tidak juga mereka diperbolehkan untuk memakan dari satu pohon saja. Kata yang jamak pun lebih ditekankan, hal ini sesuai dengan dimana perintah ini tidak hanya untuk Adam, tapi untuk semua orang.
Philo seorang Yahudi (tahun 15/20 B.C. sampai tahun 50 A.D) dialah yang pertama menjawab pertanyaan ini dalam Questions and Answers on Kejadian, I hal.794.
P: Dalam Kejadian 2:16, mengapa Tuhan menciptakan Adam, dimana Ia mengetahui bahwa ia akan jatuh dalam dosa?
J: Tuhan dapat melakukan hal apapun, tapi sebuah kemustahilan logika bukanlah sebuah benda. Tuhan tidak menciptakan makhluk hidup yang akan memilih untuk mencintai dan menurut pada Tuhan, jika memang ciptaanNya itu tidak mau menurut padaNya. Keinginan untuk menurut pada Tuhan berarti juga keinginan untuk tidak menurut pada Tuhan.
P: Karena dalam Kejadian 2:17 dikatakan “hari dimana kamu akan makan itu di hari itu pula kamu akan mati”, dari perkataan itu bagaimana Adam dan Hawa mati “pada hari itu”?
J: Secara rohani dan secara hukum. Tiga hal yang akan menjelaskan jawaban ini.
Kematian rohani terjadi pada hari itu.
Secara hukum, saat itu perkataan, baik tentang kematian tubuh dan roh ditegaskan pada mereka. Sebuah idiom Ibrani mengartikan adanya kepastian akan kematian mereka, bukan masalah kapan mereka akan mati.
Contoh lainnya dalam menggunakan idiom ini, kita dapat melihat 1 Raja-raja 2:37, dimana Salomo memberikan peringatan yang sama pada Shimei di hari ia akan meninggalkan Yerusalem.
Orang pertama yang menjawab pertanyaan ini tidak lain adalah Philo seorang Yahudi (yang hidup tahun 15/20 B.C. sampai tahun 50 A.D) dalam Questions and Answers on Kejadian, 1 hal.794, dan Allegorical Interpretation, I 33 (105) hal.46-37, dimana ia menyebutkan tentang kematian jiwa.
Orang kedua, seorang penulis dari zaman kuno, yang memberikan jawaban yang berbeda, adalah Irenaeus dalam Buku Against Heresies vol.5 bag.23 (182-188 A.D.) hal.551-552. Karena Irenaeus menulis bahwa satu hari bersama Tuhan sama dengan 1.000 tahun, ia menginterpretasikan hal ini sebagai satu hari dalam harinya Tuhan, dan ia melihat itu adalah pasti yang mana Kejadian 5:6 juga mengatakan bahwa Adam meninggal ketika berusia 930 tahun, dimana kurang drai 1000 tahun.
P: Dalam Kejadian 2:18, mengapa dikatakan bahwa manusia sendirian, padahal manusia berada dengan Tuhan dan binatang-binatang?
J: Adam tidak mempunyai kuasa atas binatang, dan Adam pun juga memuja Allah. Tetapi Adam tidak mempunyai teman yang seperti dirinya. Ia merasa sendirian karena tidak mempunyai teman untuk mempunyai hubungan sebagai hubungan yang horizontal yang setara dengannya.
P: Dalam Kejadian 2:18-22 ditunjukkan bahwa perempuan diciptakan sebagai pelengkap, seperti yang dinyatakan dalam Born Again Skeptic’s hal.164?
J: Tidak. Itu menunjukkan hal yang berlawanan. Tuhan telah melakukan semuanya dengan tepat, dimana Adam harus menamai binatang-binatang serta hal lainnya, juga menunjukkan pada Adam bahwa ia membutuhkan seorang teman. Kebanyakan ayat yang ada dalam Kejadian 1 dan 2 hanya sebuah penciptaan yang diciptakan dengan sabda Tuhan. Namun, Tuhan pertama kali “membuat suatu tingkatan baru” dan menjelaskan pada Adam bahwa ia (perempuan) akan diciptakan sebagai teman bekerja Adam, sebelum Hawa diciptakan.
P: Apakah Kejadian 2:18 menunjukkan bahwa perempuan berada di bawah laki-laki, karena Hawa diciptakan secara berbeda dengan Adam?
J: Tidak. Tidak demikian. Terdapat enam hal yang perlu diperhatikan dalam menjawab ini.
6.1 Deborah merupakan hakim yang dihormati di Israel dalam Hakim-hakim 4-5. Berdasarkan ini, saya pun akan mudah memilih perempuan sebagai presiden.
6.2 Mereka dapat memiliki warisan, termasuk tanah dalam Bilangan 36:8.
6.3 Untuk penggambaran yang sepenuhnya tentang bagaimana seorang istri menjadi teman sehidup semati dengan suaminya, dapat dibaca dalam Amsal 31:10-31. Diantaranya dikatakan:
Ia bekerja dengan tanganya (Amsal 31:13,22) dan mendapat keuntungan dari itu, dalam Amsal 31:24,31.
Ia mencari makanan (Amsal 31:14) dan memasaknya Amsal 31:15
Ia mengatur hal-hal lain. Amsal 31:15
Ia sendiri yang memutuskan untuk membeli lading. Dalam Amsal 31:16.
Ia menanam kebun anggur. Amsal 31:16 (perlu dicatat bahwa sebuah keluarga tidak memiliki seluruh kebun anggur hanya untuk kepentingan pribadi; itu merupakan sumber keuntungan)
Secara fisik ia kuat. Amsal 31:17
Ia juga berdagang, tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari tapi juga untuk sebuah keuntungan. Amsal 31:18
Ia memberikan pada kaum miskin. (Ia juga harus mengontrol keuangan yang akan digunakan) Amsal 31:20
Ia mengatur pekerjaan rumah. Amsal31:21
Ia bijaksana, dan mengajarkan tentang kebijaksanaan. Amsal 31:26
Ringkasannya: Perempuan bukanlah lebih rendah dibanding dengan laki-laki dalam dunia, nilai-nilai, atau kepentingan. Mereka juga mempunyai peran yang berbeda dari laki-laki, seperti yang dikatakan oleh ibu anda.
Lihat juga Today’s HandBuku for Solving Bible Difficulties hal.191-193 untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana perempuan diciptakan “seperti” laki-laki, dan setara dengan laki-laki.
P: Dalam Kejadian 2:19 mengapa Adam harus melihat binatang-binatang untuk menamainya?
J: Tuhan memberikan Adam kekuasaan atas binatang-binatang yang dikatakan dalam Kejadian 1:26, dan Tuhan ingin melihat apa nama yang akan diberikan Adam, lihat Kejadian 19.
Tambahan tentang ini, mungkin terdapat alas an tersembunyi. Sebelum menciptakan Hawa, Tuhan mengetahui apa yang harus dipenuhi dalam kekurangan dari Adam, tapi Adam tidak mengetahuinya. Oleh karena itu Adam belajar tiga hal tentang binatang yang berhubungan dengan keadaanya saat itu.
Keluarga:
a) Menunjukan Adam bahwa semua binatang tingkat tinggi memiliki jenis kelamin jantan dan betina dan menunjukan bagaimana Tuhan menciptakan mereka lengkap dan mereka pun akan mudah untuk menyebarkan spesisnya.
b) Adam dapat melihat semua ciptaan Tuhan, dan tak satupun yang seperti dia.
c) Adam dapat melihat bahwa ia membutuhkan orang lain untuk melengkapinya juga.
Sekaligus, mengajarkan anak-anak bagaimana tumbuhan berkembang biak, dan bagaimana binatang berkembang biak, dan hal yang baik pula mengajarkan anak-anak bagaimana Tuhan mentakdirkan bagaimana anak-anak dapat diciptakan.
Masyarakat:
a) Dimana anjing dan rusa mempunyai komunitas di tempat mereka hiduhal.
b) Adam dapat melihat bahwa ia tidak mempunyai orang lain dalam komunitasnya untuk berbegi dalam kehidupannya, dan orang membutuhkan orang lain disampingnya.
Kepemimpinan:
a) Sejak Tuhan memberikan Adam kekuasaan atas bumi ini, Adam harus mengetahui segala binatang yang hidup di bumi ini.
b) Sejak Adam mempunyai kekuasaan, Tuhan menganugrahkan Adam dengan menyuruhnya menamai binatang-binatang. (Philo seorang Yahudi yang menyebutkan hal ini dalam Works of Philo hal.882.)
P: Dalam Kejadian 2:19-9, :19, bukti apa yang ada dari yang ditulis aliran Mormon zaman dahulu yang mengatakan bahwa Mormon percaya akan doktrin yang kacau, bahwa Adam itu Tuhan?
J: Disini ada kutipan dari Mormon yaitu Journal of Discourses, yang diikuti oleh kedua belas penulis sebagai buktinya
a. Journal of Discourses vol. 1 hal.50. (Khotbah oleh Brigham Young) “Sekarang dengarlah ini, segala penghuni bumi, kaum Yahudi dan kaum kafir, yang suci dan berdosa! Ketika bapa kita Adam masuk ke dalam taman Eden, ia datang kesana dengan tubuh surgawi, dan membawa Hawa, satu dari istrinya dengan dia. Ia membantu untuk mengatur dan mengusahakan dunia ini. Ia adalah MICHAEL, malaikat yang terpenting, PADA ZAMAN DAHULU! Dimana dia adalah orang suci yang telah ditulis dan dibicarakan – Ia adalah BAPA kita dan TUHAN kita, dan hanya satu Tuhan yang mana akan bersama-sama dengan Kita. Setiap manusia diatas bumi, yang beragama Kristen dan bukan orang Kristen harus mendengar ini, dan akan mengetahui hal itu cepat atau lambat.” (yang dimiringkan merupakan yang asli)
b. Journal of Discourses vol. 1 hal.51. (Khotbah yang sama) “Yesus, saudara kita yang lebih tua, memerankan sebuah karakter duniawi sama seperti yang ada dalam Taman Eden, dan kalau begitu siapa Allah Bapa kita yang ada di Surga.”
Catatan bahwa aliran Mormon sering merespon bahwa ini merupakan tulisan yang keliru. Ini menarik untuk dicatat bahwa isi dari seorang pendeta Kristen yang besar Charles H. Spurgeon dipublikasikan di waktu yang sama dengan pernyataan diatas, dan disana tidak terdapat kekeliruan perkataan yang mengatakan bahwa beberapa ciptaan merupakan pekerjaan Tuhan. Dibawah ini bukti pembenaran yang benar-benar dikatakan oleh nabi Mormon.
1. Journal milik Wilford Woodruff ditulis sekitar 2/19/1854. (Lihat dalam Perpustakaan BYU)
2. Deseret Evening News 6/14/1873
3. Deseret Evening News 6/18/1873
4. Diary of Hosea Stout: On the Frontier vol. 2 hal.438.
5. The Millennial Star vol. 16 hal.543.
6. The Millennial Star vol. 15 hal.769-770. satu setengah tahun setelah ini..
7. Journal of John Nuttall vol. 1 phal.18-21.
8. Diary Journal of Abraham H. Cannon vol. 11 hal.39 (diajarkan sekitar 50 tahun lamanya)
9. Sacred Hymns and Spiritual Songs for the Church of Jesus Christ of Latter-Day Saints 1856 hal.375
10. Women of Mormondom hal.179
11. Journal of Discourses vol. 4 hal.1 (Presiden Heber C. Kimball berbicara tentang ini tanggal 6/29/1856)
“...dan aku mengetahui jika kita bukan salah satu yang ada bersama saudara Brigham, pemimpin kita, kita tidak berada dalam Kristus. Ya, aku tahu ini, dan perasaanku berada bersama dengan saudara Brigham setiap waktu. Aku telah mempelajari dari pengalaman bahwa ada satu Tuhan yang mempengaruhi orang-orang ini, dan Ia adalah Tuhan yang mempengaruhi bumi ini – manusia pertama. Manusia pertama itu mengirimkan Putranya untuk menebus dunia ini, menebus saudara-saudaranya”.
12. Akhirnya, satu buku lagi yaitu :
The Position of Adam in L.D.S. Scripture and Theology: tentang “Identifikasi Adam dengan Allah Bapa oleh Presiden Brigham Young merupakan sebuah fakta yang tidak dapat dibantah” hal.58
P: Dalam Kejadian 2:20, bagaimana Adam menamai binatang, kalau buah yang dilarang adalah sebuah komputer Apple Macintosh ?
J: Seseorang pernah sekali menyindir bahwa jika Adam harus menamai binatang-binatang yang ada (termasuk 1,5 juta hama dan serangga) dalam 24 jam enam hari, tidak heran kita menyalahkan buah terlarang yaitu Apple, “disk drive” dan semuanya!
Dilain hal, Paul S. Taylor mencatat dengan benar kalimat “berikanlah nama pada hewan ternak, urung di udara, dan binatang buas” dalam Kejadian 2:20 tidak selalu berarti menamai setiap jenis binatang di bumi. Ini secara sederhana dapat dinamai melalui golongan dan keluarga dari binatang tersebut dalam keburu-buruan Adam.
Bagi yang menyukai hal-hal sepele, terdapat 26.000 jenis binatang vertebrata di darat dan 9500 jenis fosil di bumi yang diketahui. (Dari fosil tersebut, hampir sebagian besar adalah reptile dan 1000 fosil lainnya adalah burung).
Terdapat kasarnya 5600 golongan binatang yang hidup yang ada di darat, termasuk 1900 golongan dari burung. Terdapat 6500 golongan fosil binatang darat yang diketahui, termasuk hampir 1000 golongan burung dan 1500 golongan reptil.
P: Dalam Kejadian 2:21-23, apakah Adam adalah laki-laki dan perempuan sebelum diciptakannya Hawa?
J: Tak ada satupun di dalam Injil yang menjelaskan ini. Kejadian 3:16 mengatakan bahwa suami akan menjadi kepala dari istri. Sejak ini terjadi setelah kejatuhan manusia dalam dosa, bagaimana Adam “laki-laki” sebelum adanya Hawa tidak memiliki tanggungan akan apapun. Namun, dengan melihat pada kewenangan gereja umumnya, Paulus melihat secara pasti bahwa memang Adam diciptakan sebelum Hawa dalam 1 Tim 2:13. Perkataan Paulus akan sangat menyesatkan jika Adam adalah laki-laki juga perempuan.
.
P: Dalam Kejadian 2:21-23, apakah cerita tentang Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk diambil dari puisi Dilmun dalam bahasa Sumeria?
J: Pertama kali terdapat beberapa latar belakang informasi, dan jawabannya, dan akhirnya dua pelajaran yang dapat kita pelajari dari jawaban tentang bagaimana Tuhan menginspirasi Alkitab.
B1. Samuel Noah Kramer, dalam The Sumerians (University of Chicago 1963), menyebutkan bahwa bahasa Sumeria untuk tulang rusuk, ti, juga berarti “untuk membuat hidup”, dan berada dalam puisi Dilmun, Nin-ti adalah “lady of the rib” yang sama artinya dengan “nyonya yang membuat kehidupan” yang menyembuhkan tulang rusuk dari dewa Enki.
B2. Ini merupakan permainan kata-kata dalam bahasa Sumeria, tetapi tidak dalam bahasa Ibrani, yang membuat persamaannya daripada menyerangnya.
B3. Untuk urusan “Nyonya yang menyembuhkan tulang rusuk” melawan. “Hawa yang berasal dari tulang rusuk Adam” dalam Kejadian, tidak terdapat persamaan diantara keduanya.
B4. Salinan dari puisi Dilmun berasal dari 2400 sebelum Masehi atau sesudahnya. Tanpa memepertimbangkan, dimana mereka ada sebelum Abraham, yang meninggalkan tanah Ur sebelum tahun 2050 sebelum Masehi.
B5. Cerita ini mungkin terkenal pada zaman dahulu.
Jawaban: Empat hal yang diperhatikan dalam menjawab.
A1. Ini hanya satu dari sekian contoh penceritaan yang sama tentang kejadian yang terjadi dalam Kejadian. Contoh lain adalah lebih dari 200 cerita yang tersebar luas dari beanekaragam orang dari seluruh dunia.
A2. Permainan kata tentang tulang rusuk menunjukkan tradisi terdahulu mempunyai perlindungan setidaknya pengetahuan walaupun tidak lengkap tentang penciptaan manusia.
A3. Walau lebih dari itu, bagian lain dalam Kejadian 1 terlihat ditulis dalam tujuan atau secara sengaja untuk membedakan dari bahasa Sumeria, Akadia, dan cerita lain. Cerita lain lagi memperlihatkan pertengkaran dewa-dewa, dalam Kejadian Tuhan Yang Maha Esa secara tenang menciptakan ciptaanNya. Cerita lain lagi, memperllihatkan pahlawan yang bertarung melawan kekacauan. Kejadian memperlihatkan Tuhan melayang-layang “diatas air” dan memerintah serta memimpin.
A4. Ketika beberapa persamaan dari detil yang ada dalam Kejadian melawan puisi Dilmun, dan karya manusia zaman dahulu yang lain, dapat mengatakan sebagai pengetahuan yang umum dari beberapa peristiwa. Namun, ini tidak dapat dipertahankan untuk mengatakan bahwa hal itu disalin dari yang lain, tidak karena banyaknya detil yang umum, tapi juga karena hampir tidak ada sama sekali persamaan dalam arti yang ada dalam detil tersebut.
Pelajaran yang dapat dipelajari dari jawaban tersebut:
L1. Kejadian tidak ditulis dalam suatu kehampaan. Tuhan hanya ingin menyatakan kebenaran pada kita, Ia menyatakan kebenaran yang tanpa batas waktu, yang dalam prakteknya, berhubungan dengan waktu dan tradisi. Satu alasan (tapi bukan alasan utama) Kejadian diberikan Tuhan untuk membenarkan kesalahan pandangan terhadap asal mula manusia yang masyarakat pada saat itu alami, sementara mengakui beberapa hal yang benar yang telah dapat bertahan.
L2. Tuhan menggunakan kebudayaan. Tuhan bahkan menggunakan kejahatan manusia untuk KemuliaanNya (Kejadian 50:20). Bagaimana bisa kita mencoba untuk melarang Tuhan untuk menggunakan kebudayaan juga, seperti yang Ia inginkan. Musa adalah orang yang mau belajar, dan mungkin ia mau membaca cerita ini, dan oleh karena itu Tuhan menggunakan Musa untuk membaca untuk menunjukkannya apa yang benar dan apa yang tidak benar.
L3. Paling penting, adalah tidak menggunakan kalimat “Injil itu keliru” untuk mengartikan Alkitab harus di dikte dengan mesin. 1 Petrus 1:21 mengatakan bahwa nubuat yang dikatakan manusia dipimpin oleh Roh Kudus. Demikian, ketika adanya perbedaan pada setiap pasal dalam Alkitab secara jelas merefleksikan perbedaan gaya penulisan manusia, yang tidak menghalangi para penulis hebat untuk menulis. Ini menunjukkan bahwa Tuhan menggunakan beranekaragam gaya penulisan orang yang Ia anggap sesuai.
P: Dalam Kejadian 2:22 siapakah Lilith selama masa itu?
J: Nama Lilith tidak pernah sekalipun disbeutkan dalam Alkitab. Terdapat sebuah cerita donKejg di zaman pertengahan tentang seorang perempuan bernama Lilith yang merupakan istri pertama Adam. Ia menolak untuk tunduk pada Adam, dan Tuhan lalu menciptakan Hawa. Lilith berubah menjadi iblis yang jahat yang membunuh bayi yang baru lahir.
Lilith juga adalah seorang vampire dalam mitos bangsa Sumeria, menurut The Sumerians hal.198, 258. Civilizations of the Ancient and Near East hal.1890 menyebutkan bahwa seorang yang tidak menikah yang meninggal menjadi masuk dalam golongan setan jahat yang disebut lilu (laki-laki) dan Lilitu (perempuan). Mereka meminta orang yang hidup untuk menikahi mereka, memberikan mereka kekayaan, tapi jika manusia itu menyetujui, mereka akan mati lebih dulu.
Semua naskah Alkitab, baik milik Yahudi atau Kristen, tidak mempunyai suatu isyarat tentang Lilith yang seperti juga tidak ada kata Donal Bebek.
P: Dalam Kejadian 2:22, bagaimana Tuhan menciptakan Hawa dari tulang rusuk?
J: itu merupakan keinginan Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika Tuhan harus menggunakan tulang rusuk, dan jika anda berpikir Tuhan harus mengambil seluruh tulang rusuknya, maka saya menduga anda akan menyimpulkan bahwa Hawa akan menghitung semua tulang rusuk Adam setiap pagi!
Sesungguhnya, Tuhan tidak menggunakan seluruh tulang rusuk yang ada, satu sel sudah cukuhal.
Jika Tuhan menciptakan dari tanah liat, seseorang dapat mendebat bahwa perempuan berbeda secara intrinsic (dan mungkin berada dibawah laki-laki). Namun, sejak Hawa diciptakan dari tulang rusuk, ia mempunyai identitas yang sama dengan manusia.
P: Dalam Kejadian 2:22-23, haruskah laki-laki mempunyai lebih dari satu tulang rusuk daripada perempuan?
J: Tidak. Jika seorang laki-laki memotong tangannya, maka anak dan cucunya tidak berarti akan mempunyai satu tangan juga. Seperti itu juga, jika anda mengambil beberapa sel dari tulang rusuk seseorang, baik orang tua ataupun anak-anak mereka tetap akan memiliki jumlah tulang rusuk yang sama.
Tertulian menulis sekitar tahun 200-240 A.D. menafsirkan ini sebagai Tuhan “meminjam satu tulang rusuk” dalam Tertullian On Exhortation to Chastity bag.5 hal.53. Ia juga menambahkan bahwa Tuhan dapat meminjam lebih dari satu tulang rusuk untuk menciptakan lima istri tapi ia tidak memilih demikian, sebagai contohnya bahwa yang menjadi norma adalah mongami bukan poligamu.
P: Dalam Kejadian 2:25, apakah laki-laki dan perempuan diciptakan pada awalnya telanjang, dan apakah mereka juga memakai pakaian?
J: Ya, mereka diciptakan telanjang, dan mereka tidak malu. Namun, setelah masuk dalam dosa, Tuhan memberikan pakaian pada mereka, dan kita pun sejak zaman dahulu sudah memakai pakaian.
P: Dalam Kejadian 3, karena Tuhan pada akhirnya menciptakan manusia yang derajatnya lebih tinggi dari malaikat, dapatkah hal tersebut menjadi faktor dari jatuhnya Setan dalam dosa?
J: Injil tidak mengatakan demikian, tetapi mungkin saja benar.
P: Dalam Kejadian 3, apakah Adam dan Hawa berkulit putih, hitam, kuning atau merah?
J: Alkitab tidak ingin berkata-kata tentang ini. Karena Adam dan Hawa merupakan nenek moyang kita semua, jadi itu bukanlah masalah. Semua dari kita yang ada merupakan keturunan Adam dan Hawa yang setara.
P: Dalam Kejadian 3, apakah Tuhan mengijinkan Adam dan Hawa untuk dicobai?
J: Alkitab tidak mengatakan demikian. Namun, kita dapat berspekulasi bahwa Tuhan tidak menginginkan hanya manusia yang mencintaiNya, tapi manusia yang diberikan sebuah jalan lain, namun tetap memilih ke jalan Tuhan untuk mencintai Tuhan.
P: Dalam Kejadian 3, apakah ini merupakan suatu ujian yang tidak adil, karena Adam dan Hawa tidak mempunyai sebelumnya tentang pengetahuan yang baik dan yang jahat, seperti yang dikatakan oleh seorang ateis (Capella)?
J: Tidak. Apakah ini suatu ujian yang tak adil untuk mengatakan pada orang-orang untuk menggunakan obat yang terlarang, seperti kokain, sampai mereka akhirnya mempunyai kesempatan untuk menggunakan itu? Tentunya tidak. Seperti halnya, tidak adil pula bagi mereka untuk menerima larangan tanpa mengalami kejahatan dan kebaikan. Sementara seseorang dapat menyetujui bahwa mereka tidak mengetahui tentang hal yang baik dan yang jahat pada saat ini, mereka mengetahui bahwa Sang Pencipta memerintahkan pada mereka untuk tidak memakan buah dari pohon itu, dan pengetahuan ini cukup untuk membuat percobaan ini adil.
Saat ini kita tidak tahu setiap alasan mengapa Tuhan melarang kita untuk melakukan sesuatu, tapi jika Tuhan memerintahkan kita untuk tidak melakukan itu, kita juga harus mengetahui satu hal yang harus kita lakukan adalah menurut pada Tuhan.
P: Dalam Kejadian 3, apa yang sebenarnya salah dari memakan buah di pohon itu?
J: Tidak berarti bahwa beberapa buah adalah jahat, mungkin mereka hanya dapat memakan dari pohon itu di kemudian hari. Seperti yang ditulis oleh Theopilus, uskup dari Antiokia (tahun 168-tahun 181/188 A.D.) dalam suratnya To Autolycus volum 2 bag.25 hal.104 “bukanlah pohon yang salah, seperti beberapa pemikiran orang, tapi ketidakmenurutanlah yang membuat mereka mati.” Ante-Nicene Fathers vol.2 hal.104. Beberapa orang juga melihat dalam kalimat “ seperti halnya Tuhan, mengetahui yang baik dan yang jahat”, seperti yang mereka inginkan menyesuaikan ke dalam diri mereka hak istimewa Tuhan yang memaknai yang jahat dan yang baik.
P: Dalam Kejadian 3, apakah percobaan ini seperti halnya orangtua yang menaruh benda batere 40.000 volt di ruang tamu dan mengatakan pada anak-anaknya untuk tidka menyentuh itu?
J: Tidak, bahayanya justru pada ketidakmenurutan mereka, bukan pada pohonnya. Empat hal yang diperhatikan dalam menjawab.
1. Tidak seperti sebuah batere yang berbahaya, bukanlah pohonnya yang mematikan. Namun sebuah ket