Anak Perempuan Allah

 

 

Umat Islam seringkali dengan sangat cepatnya mengatakan pada yang lain bahwa Tuhan memperbolehkan Alkitab untuk dirubah. Apa yang mereka mengerti yaitu bahwa saat ini Qur’an adalah firman Tuhan yang paling dapat dipercaya, sedangkan Alkitab tidak. Alkitab mempunyai banyak variasi penulisan yang sedikit, tapi bukti yang ada dari perubahan doktrin itu tidaklah berarti. Qur’an mempunyai lebig banyak bukti dalam perubahannya yaitu dalam keterangan Ubai, ayat-ayat yang dihilangkan, Usman, dan masalah lainnya dalam Qur’an. Namun, permasalahan variasi doktrinal Qur’an yang paling drastic yaitu, diakibatkan oleh umat Islam itu sendiri, yaitu adanya “anak perempuan Allah”.

 

Sinopsis

 

Situs Kristen yaitu http://answering-islam.org/Responses/Saifullah/sverses.htm mengatakan, “Salah satu peristiwa yang paling memalukan dalam kehidupan Muhamad yaitu ketika Setan meletakan perkataannya dalam mulut Muhamad. Muhamad mengatakan perkataan Setan seperti layaknya firman Tuhan. Peristiwa ini direkam oleh beberapa cendekiawan Islam pada masa awal dan direferensikan dalam hadist dan Qur’an. Kemudian umat Islam, merasa malu telah menyatakan orang yang berkata dengan perkataan Setan sebagai nabi mereka, dan menyangkal peristiwa yang terjadi itu. Beribu-ribu pernyataan dan penyangkalan dihantarkan pada pengikut Muhamad untuk menutupi kesalahan dosa Muhamad.

Hal itu dipastikan menunjukkan bahwa peristiwa  “ayat-ayat Setan” itu tidak dilakukan oleh orang non-Islam. Peristiwa ini direkam oleh orang-orang Islam pada masa awal yang menjadi sumber untuk memberikan data mengenai kehidupan Muhamad. Tak seorangpun yang harus berpikir bahwa ini merupakan cerita yang dibuat oleh orang yang ingin mengkritik Islam. Ini merupakan sebuah episode yang secara langsung ditemukan dalam rekaman umat Islam awal.

Topik ini merupakan salah satu topic paling controversial dalam Islam. Setan menyebabkan Muhamad untuk menyatakan perkataannya sebagaimana firman Tuhan.”  

 

 

Apa yang sebanarnya Qur’an katakan?

 

Bintang Sura (Sura 53) ayat 19-20 mengatakan, “Pernahkah kamu melihat Lat, dan Uzza, dan yang lainnya, dewi ketiga , Manat?”

 

Allah sangat terkemuka dalam Masa sebelum Islam di Arab, sebagai tuhan dengan tiga anak perempuan: al-Lat, al-Uzza, dan Manat. (catat bahwa al- berarti “the” dalam bahasa Inggris.)

 

Keempat penulis biografi Muhamad menulis bahwa mereka mensajakkan secara asli  yang diikuti dengan:

 

“Ini merupakan Perantara yang Agung yang menjadi perantara yang diharapkan.”

 

Penafsiran: anak perempuan Allah dianggap sebagai perantara dari surga. Petinggi Numidia memebrikan pernatara bagi mereka berupa sebuah perumpamaan. Sebuah bacaan pengganti untuk “diharapkan” (turtaja) adalah “diterima dengan persetujuan” (turtada). (Dari terjemahan Alfred Guillaume tentang Ibn Ishaq’s The Life of Mohammed hal.166.

 

Kemudian, kalimat ini telah diambil dan yang beikutnya diletakkan ditempatnya:

 

“Apa! Bagi kamu kaum laki-laki, dan baginya, kaum perempuan? Lihatlah, sudah dipastikan adanya sebuah pembagian yang memang tidak adil.” (ayat 53:21-22 saat ini)

 

Penafsiran: Mereka yang percaya akan tiga abak perempuan Allah akan tidak adil terhadap Allah, karena mereka lebih menginginkan laki-laki dan mengatakan Allah hanya mempunyai anak perempuan.

 

   Hal inilah yang disebut atau diistilahkan dengan “ayat Setan”. Pada masa modern Salmon Rushdie hanya menggunakan istilah ini sebagai judul dalam “novel”fiksinya dan tidak berhubungan dengan hal itu, dan memang tidak membicarakan tentang cerita fiksi modern. Sebagai ayat Setan yang asli, bagaimana dapat orang Islam atau non-Islam secara objektif mengatakan ayat yang mana yang asli? Akhir dari tulisan ini memberikan bukti yang langsung dan tidak langsung bahwa ayat Setan ini memang ada yanga sli, dan juga embilan keberatan orang Islam.

 

Empat penulis Biografi:

Bukti langsung tentang ayat setan

 

   Ketika apa yang dikatakan umat Islam awal bahwa tidak semua perkataan Muhamad itu benar, cendikiawan Islam lebih memilih untuk menerima hal-hal mengenai yang Muhamad katakan jika dibuktikan oleh tiga sumber atau lebih. Kita mengetahui mengenai ayat setan tidka datang dari sumber non-Islam, tapi drai empat cendikiawan Islam awal yang mempunyai perbedaan yang menulis biografi Muhamad. Perlu dicatat bahwa tiga penulis biografi yang ada membuat dokumentasi dari peristiwa dalam kehidupan Muhamad lebih dulu dari seseorang yang menjadi pengoleksi hadist terkenal yang mana umat Islam Sunni sisakan.  

 

Al-Wahidi/Wakidi (meninggal tahun 207/823 A.D.) menulis Asbab al-Nozul. “Pada suatu hari, seorang kepala dari Mekah, berkumpul dalam suatu kelompok dismaping Kaabah, membicarakan seperti kebiasaan mereka yaitu membicarakan hal-hala yang terjadi pada kota ini, ketika Muhamad datang dan, duduk diantara mereka dengan tingkah laku yang biasa,mulai bercerita apa yang mereka ingin dengar  yaitu 53 Sura…. Dan tidak kah kamu lihat Lat dan Uzza, dan Manat disamping mereka? Ketika ia telah sampai pada ayat ini, roh jahat mengajukan sebuah pemikiran yang mana roh ini sudah ada dalam dirinya selama beberapa hari, dan mengatakan melalui mulutnya mengenai rekonsiliasi dan kompromi, wahyu yang ia miliki beberapa lama dari Tuhan, dengan nama, “Ini adalah Perempuan yang agung dan perantaraan dari mereka sungguh diharapkan.” Kaum Koresh sangat terkejut dan tercengang dengan pengakuan dari yang mereka puja, dan sebaimana Muhamad telah melukai Sura ia menutup dengan kata terakhir “Tunduklah pada Tuhan, dan layanilah Dia” semua yang berkumpul disana dibuat tak berdaya akan dirinya sendiri dengan menyetujui hal itu dan memuja,… Disuatu sore malaikat Gabriel mengunjunginya, dan nabi menceritakan Sura padanya. Dan Gabriel mengatakan, “Apa ini yang telah dilakukan oleh kamu? Kamu telah mengulang perkataan manusia yang saya belum pernah beritahukan padaNya”. Maka Muhamad merasa sedih dan marah…”

 

Ibn Sa’ad/Sa’d (meninggal tahun 230/845 A.D.), sangat memeprhatikan pekerjaan al-Wahidi, tapi ia sendiri adalah penulis biografi yang menulis sebuah buku dengan 15 volume yaitu Kitab al Tabaqat al Kabir.

 

Ibn Isaq/Ishaq (meninggal tahun 145/767 or 151/773 A.D.) adalah seorang kaum Sunni Safi’I yang nantinya memulai sekolah yang hanya berumur pendek miliknya itu. Ia menulis Sirat Rasullallah (Kehidupan dari Nabi). “[para emigran] ingat ketika mereka [di Ethiopia] sampai mereka mendengar bahwa orang Mekah telah menerima Islam dan menyerahkan diri mereka. Itu karena pasal dari Bintang [Sura 53] yang telah dikirimkan melalui Muhamad dan ia menceritakannya. Baik umat Islam dan kaum Politeis mendengarkan hal itu dengan penuh keheningan sampai ia menceritakan “pernahkan kamu melihat al-Lat dan al-Uzza? Mereka mendengar dengan penuh perhatian ketika mereka percaya akan kepercayaannya itu [nabi mereka]. Beberapa orang melakukan murtad ketika mereka mendengar “saj” dari setan dan berkata, dengan Allah kami akan melayani mereka (para perantara) sehingga mereka akan membawa kita dekat pada Allah’. Setan mengajarkan dua ayat ini pada setiap kaum polities dan lidah mereka dengan mudah mempengaruhi mereka. Ini menjadi pertimbangan yang berat bagi rasul sampai Gabriel datang padanya dan mengeluh…” (Ia menyebutkan rantai penghubungan seperti halnya dari Yazid bin Ziyad -> Mohammed bin Ishaq -> Salama -> Ibn Hamid -> ibn Isaq)

 

Ibn Jarir al-Tabari (meninggal tahun 923 A.D.) adalah seorang Sunni Safi’I yang menulis sebuah buku tentang Islam yang berisi 38 volume yaitu Sejarah Islam di dunia sampai tahun 915 A.D. Ia disbut sebagai “syekh para komentator”. Ia menulis dalam   volume 6 hal.108-110, “ketika Utusan Tuhan melihat bagaimana ia akan membawa mereka pada Tuhan, ia merindukan dalam jiwanya bahwa suatu hal akan datang dari Tuhan yang mana akan menyatukannya dengan bangsanya…. Dan kita ia datang pada firmannya: “Pernahkah kamu mengajarkan tentang Lat, dan Uzza, serta Manat, ketiganya itu, serta yang lainnya juga? Setan membalut mulutnya, karena dalam hatinya berontak dan apa yang ia inginkan untuk dikatakan pada umatnya yaitu: Ini adalah perantara yang terbang tinggi, aku yakin perantaraan mereka diterima [ atau dengan kata lain: diharapkan atau diinginkan]. Ketika kaum Qurais mendnegar hal ini, mereka berbahagia dan senang sekali akan cara ia menyampaikan perkataan dari tuhan mereka, dan mereka mendengarkannya, sementara umat Islam, mempunyai kepercayaan yang penuh pada nabi mereka dan hormat akan pesan yang dibawanya dari tuhan, tidak menyangkanya bahwa ia salah, sedang berilusi, atau membuat kesahalan…. Lalu [kemudian] Gabriel datang pada utusan Tuhan dan berkata padanya,’Muhamad, apa yang telah kamu lakukan? Kamu telah menceritakan pada umatmu yang saya tidak beritahukan pada Tuhan…”

Cendikiawan Islam dimasa sekarang yang menyebutkan hal ini yaitu:

Œ Abu Ma’shar dari Khorasan (787-885 A.H.)

 Ibn Abi Hatim

Ž Ibn al-Mundhir

 Ibn Hajar dari Asqalan (773-852 A.H)

 Ibn Mardauyah

Musa ibn ‘Uqba

komentar terkenal dari Zamakhshari, dalam Sura 22:52. (1070-1143 A.D.)

Keenam pertama ini menurut The Buku of the Major Classes, diterkemahkan oleh S. Moinul ‘Haq.

 

Bukti tidak langsung tentang ayat setan:

Qur’an dan Hadist Bukhari

 

   Bukhari meninggal sekitar tahun 870 A.D. (yang kemudian dicatat oleh tiga dari sumber yang ada) Ketika Muhamad berbicara tentang Bintang Sura, para penyembah berhala tunduk seperti layaknya orang Islam. (Bukhari vol.3 buku 19 no.173 hal.100 vol.3 buku 19 no.176 hal.101; vol.6 buku 60 no.385-386 hal.364-365; Abu Dawud vol.1 buku 2 bag.481 no.1401 hal.369) Para penyembah berhala tidak dikatakan bahwa telah tunduk akan cerita Muhamad yang lainnya, tapi mengapa mereka sangat setuju dengan ayat yang ada dalam Sura ini, terutama karena Bukhari dan Abu Dawud TIDAK mengatakan bahwa para penyembah berhala itu menjadi Muslim, dan hal ini terjadi sebelum perang dengan para penyembah berhala di Mekah!

 

Juga, Sura 22:52 mengatakan,”Tidak pernah Kami mengirim seorang rasul atau nabi  sebelum dia, tapi, ketika ia menyusun suatu keinginannya, Setan memberikan kesombongan dalam dirinya: tapi Tuhan akan menghalangi apapun yang setan akan berikan, dan Tuhan akan menggenapi (dan menciptakan) TandaNya…”

 

Sura 17:73-75 mengatakan, “Dan tujuan mereka adalah untuk menggoda dia dari apa yang Kami telah nyatakan padanya, untuk mengganti nama Kami dengan suatu nama yang berbeda: (dalam hal itu) lihatlah! Mereka menjadikan ia sebagai teman mereka! Dan Kami tidak memberikan ia kekuatan, kamu akan cenderung berada diantara mereka. Yang dalam hal itu Kami seharusnya memberikan dia hukuman yang ganda dalam hidupnya, dan hukuman yang setimpal dalam kematian: dan apalagi kamu menolongnya melawan Kami!” 

 

   Perlu dicatat bahwa walau beberapa orang menyatakan Sura 17:73-75 dinyatakan saat masa “ kenaikan Nabi”, Tabari dan Ibn Sa’d menulis Sura 17:73-75  itu dinyatakan sekitar pada waktu adanya peristiwa ayat setan. Umat Islam pun bahkan mempunyai sebuah istilah untuk sebuah bisikan dari setan yang secara kasar disebut “wiswas”.

 

Sembilan keberatan orang Islam dan Tanggapannya

 

Keberatan umat Islam no.1: Orang-orang disamping kesebelas orang ini tidak menyebutkan peristiwa ayat setan tersebut. Beberapa cendikiawan Islam yang tidak menuliskan tentang ayat setan itu yaitu Imam Muslim yang menulis Sahih Muslim, Abu Dawud, Nas’ai, Ahmad bin Hanbal, dan ibn Hisham.

 

Respon: Terdapat banyak hal dalam suatu kumpulan dari hadist yang tidak ada dalam kumpulan yang lain. Contohnya, Hadist Bukhari yang begitu panjang tidak mempunyai penjelasan mengapa harus membayar zakat, hukuman untuk penimbunan, dan mengapa dua malaikat mengunjungi seorang Muslim setiap pagi seperti yang ditemukan dalam Sahih Muslim vol.2 bag.371 no.2205 hal.484. Seperti juga contoh kedua, kita mengetahui bahwa Ibn Hisham menggunakan buku Bukhari, tapi ia melewatkan bagian tentang peristiwa ayat setan. Dalam Ibn Hisham tentang Ibn Ishaq, ia mengatakan ia telah mengedit hal-hal yang kurang tepat. Jika ia memang merasa malu  untuk memasukkan ayat ini, ini tidak membuktikan bahwa peristiwa itu tidak terjadi.

 

Keberatan umat Islam no.2: Rupanya ayat setan tersebut tidak sesuai dengan yang ada dalam keseluruhan Sura 53.

 

Respon: Ingat bahwa versi modern tidak mengikuti ayat setan ini, tapi melainkan menggantikannya. Juga, terdapat kasus dimana perbedaan dari bagian-bagian Sura diberikan pada waktu yang berbeda-beda. Pada salah seorang yaitu al-Wahidi mengatakan Muhamad menceritakan diakhir perkataanya. Dilain hal, kita tidak mengetahui bahwa semua Bintang Sura (53) setalah ayat 22 ditulis pada waktu yang sama juga. Atar 51-53 ditiadakan atas kepentingan pribadi Muhamad.

Keberatan umat Islam no.3: Sura 53:19-21 mungkin telah ditulis lebih dulu dari Sura yang mengatakan tentang bisikan setan.

 

Respon: Tabari dan ibn Sa’ad mengatakan mereka dinyatakan pada saat yang sama seperti yang dikatakan Sura 17:73-75. Tak seorangpun saat ini mengetahui secara yakin kapan ayat-ayat Qur’an ditulis. Dilain hal, jika itu ditulis pada waktu yang lebih dulu, maka Qur’an tidak akan meniadakan apa yang telah dikatakan. Jika seorang Islam yang tekun benar-benar mempercayai Qur’an, termasuk Suras 17:73-75 dan 22:52, maka mereka juga harus percaya bahwa Setan menambahkan beberapa hal dalam Qur’an. John Gilchrist dalam bukunya Muhammed and the Religion of Islam hal.120 mengatakan,”argumen lain sangatlah lemah dalam hal itu karena tidak bukti yang menyatakan bahwa bagian pertama dari Sura 53 mengarah pada miraj [kenaikan Muhamad] yang diikuti oleh penduduk dari Abyysinia. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, hal ini tentunya mengarah pada salah satu visi Muhamad, terbatas dengan Qur’an sendiri pada dua hal yang ia miliki ketika kementrian dimulai. Sayangnya, seseorang menemukan bahwa sebanarnya semua argumentasi umat Islam tentang fakta yang asli yang melawan cerita ini sangatlah lemah.” 

 

Keberatan umat Islam no.4: Ayat setan ini berlawanan dengan sebuah pengajaran tentang Keesaan Tuhan yang diajarkan oleh Muhamad. 

 

Respon: Mohammad belum membuktikan hal-hal tersebut dengan konsisten. Ingat akan, Bukhari vol.4 buku 54 bag.10 no.490 hal.317, vol.4 buku 53 bag.38 sebelum no.400 hal.266, vol.8 buku 53 bag.38 no.400 hal.267 merekam bahwa Muhamad sebenarnya dishir oleh roh jahat selama beberapa waktu. Lebih lanjut, para penulis biografi dan yang lainnya yang merekam hal ini tetaplah menjadi umat Islam, maka para sejarawan ini membuktikan bahwa setidaknya beberapa tetap akan mengikut pada Muhamad walaupun ia berbicara bohong.

 

Keberatan umat Islam no.5: Banyak halaman dalam Qur’an mengatakan bahwa Muhamad tidak mengatakan hal yang salah, dan demikianlah hal ini bertentangan dengan apa yang ditafsirkan bahwa Setan menyelipkan sesuatu. Seperti contohnya:

Sura 10:15b: “Katakanlah, ini bukan untukku, bukan persetujuannku sendiri, untuk merubah itu. Aku mengikuti pada hal yang tidak berguna, tapi apa yang dinyatakan ada padaku…”

Sura 41:42: “Tak ada kesalahan yang dapat mendekati hal itu baik didepannya atau dibelakangnya: Ini dikirim oleh Satu Kebijaksanaan Bulat auat semua pujian”

Sura 15:9: “Kami telah melakukannya, tanpa ragu, mengirim pesan itu: dan Kami akan dengan seyakinnya menjaga hal itu (dari pengubahan).”

Sura 60:44-46: “Jika ia (utusan) menemukan banyak perkataan dalam nama kami, Kami seharusnya dengan yakin menghukumnya dengan tangan kanan ini dan lalu pastinya memotong daerah arteri dari bagian hatinya.” 


Respon: Dilain hal, dinyatakan bahwa Setan, bukan Muhamad yang menemukan Ayat Setan itu, dan melindungi Qur’an tidak meniadakan sebuah pengajaran yang salah dan Allah akan membenarkan itu. Dilain pihak, jika seorang Muslim menafsirkan ayat ini tidak salah dan terdapat dalam pesan Nabi, dan lalu tidak memperdulikan ayat setan ini, maka akan bertentangan dengan “bisikan Setan” yang disebutkan dalam Qur’an.  

 

JUga, ini bukan satu-satunya contoh tentang ayat dalam Qur’an “yang hilang dengan lengkap” karena ayat itu dihilangkan. Sahih Muslim vol.1 bag.244 no.1433 hal.329-330 adalah hadist yang penting karena hadist itu menunjukkan bahwa ayat tidak hanya dihilangkan, tapi setelah itu dihilangkan dengan rapih tanpa jejak. Demikianlah apakah:

a) Qur’an ada dalam lembaran [di surga] berisi versi sebelumnya, dan versi yang berikutnya dibedakan dari lembaran itu. Maka Qur’an sekarang berbeda dengan yang ada dalam lembaran yang ada di surga.

b) Qur’an yang ada dalam lembaran di surga yang mengenai versi sebelumnya dan versi berikutnya itu berbeda. Demikian cerita yang asli diberikan seperti halnya adanya penggambaran lembaran yang ada di surga ketika sebenarnya hal itu adalah bohong semata. 

Yang mana itu? Lembaran [yang ada di surga] dalam Sura 85:20-22 rupanya tidak dibuat oleh orang yang bodoh.

 

Keberatan umat Islam no.6: Mungkin Tabari mengumpulkan informasi yang tidak perlu dikritik. .

Respon: Sementara kita tidak mempunyai bukti dari spekulasi ini, ketiga penulis biografi juga menulis tentang ini. Dua dari mereka yang jelas0jelas lebih dulu dari Tabari, maka walaupun informasi Tabari tidak perlu dikritik, hal itu tidak akan menmpengaruhi secara signifikan apa yang telah kita punya dari ketiga orang tersebut. Seorang Muslim mungkin berharap semua penulis biografi Muhamad itu banyak salahnya, tapi banyak sumber mengatakan justru tulisan mereka sangat akurat.

   Tambahannya, Tabari tidak menerima sesuatu yang tidak bisa dikritik. Cotohnya, dalam  volume 1 hal.532 ia menghubungkan banyak tradisi Umat Islam tentang Adam dan Hawa bahwa ia belajar dari Manusia zaman Taurat. Ia mengutip hal-hal itu, tapi mengatakan bahwa ia berhati-hati mengenai kelayakan dari hadist ini. (Dari buku milik Barbara Freye Stowasser Woman in the Qur’an, Tradition, and Their Interpretation hal.28.)

 

Keberatan umat Islam Sunni no.7: Hadist yang berwenang tidak menyebutkan hal ini secara langsung.

Response: Bukhari vol.3 buku 19 bag.42 no.173 hal.100 vol.3 buku 19 bag.43 no.176 hal.101; vol.6 buku 60 bag.286-287 no.385-386 hal.364-365; Abu Dawud vol.1 buku 2 bag.481 no.1401 hal.369 menyebutkan situasi ketika orang-orang Mekah menundukan kepala mereka ketika mendengar Sura 53. Ini sulit untuk dijelaskan apa yang ada dalam Sura ini yang membuat para penyembah berhala mau menundukkan diri mereka karena sura ini, ketika mereka menundukkan diri bukan pada apapun tapi pada sura. Qur’an sendiri menyebutkan “bisikan” setan itu juga.

 

Keberatan umat Islam Sunni no.8: Shaykh al-Albani, dalam bukunya pelatihan untuk penghantar suatu kebudayaan, mengatakan bukti tentang “ayat setan” itu membuat suatu yang buruk terhadap rantai penghubungan itu (isnad).

Respon: http://answering-islam.org/Responses/ Saifullah/sverses.htm mengatakan, “Mengenai al-Albani, saya memberitahukan bahwa saa sekarang ini al-Albani didiskreditkan secara buruk karena kesalaha dari isnad itu, walau ia telah menulis dalam suatu buku yang memang buku itu benar, ia menulis bahwa hal itu adalah salah! Buku itu Al-Albani Unveiled oleh Sayf ad-Din Ahmed Ibn Muhammad Amirul Islam yang memberikan banyak contoh. Cover belakangnya menyatakan: buku ini adalah sebuah pembelajaran analisis dari Hadist milik Shaykh (Muhammad Nasiruddeen al-Albani) tentang Gerakan Islam Modern yang diketahui sebagai “Salafia”. Penulis telah secara jelas membicarakan perbedaan dari al-Albani dengan memperlihatkan pada bahasa Arab yang asli (Tanaqadat al-Albani al-Wadihat), oleh cendekiawan Hadist yang terkenal dari Yordan - Shakh Hasan ibn Ali al-Saqqaf.”

 

Keberatan umat Islam no.9: Umat Non-Muslims mengkritik Mohammed dan Islam.

Response: Peristiwa ini tidak  dibuat oleh umat non-Muslim, tapi direkam oleh umat Islam sendiri. Umat Islam yang percaya ini mempunyai akses pada sumber yang terdahulu sedangkan umat Islam sekarang tidak punya. Menutup matamu dari suatu hal yang seharusnya dikritik, semata-mata karena ini menyangkut kritikan untuk pendanganmu, dan hal ini tidak sejalan dengan adanya keinginan untuk mengikut akan kebenaran. Karena umat Kristen menyatakan bahwa mereka mengajarkan kebenaran, maka kita mempunyai tanggung jawab untuk mengatakan mengenai nabi yang palsu. Kita tidak melakukan hal ini karena beberapa motif seperti adanya rasa benci atau egois, tapi karena cinta dan keinginan untuk melihat umat Islam beralih dari pengajarannya yang salah, dan mengikut pada Yesus yang nyata dan bersama dalam sukacita di Surga dengan Tuhan yang sejati. 

 

Kemana lagi kamu akan pergi dari sini?

 

Umat Islam sendiri belum setuju apakah ayat setan itu yang asli ada dalam Qur’an.

  

Alternatif 1: Jika Muhamad memang benar berbicara sebagai nabi tentang perantaraan dari anak perempuan Allah? Maka setidaknya, itu akan menjadikan Muhamad dalam suatu masa nabi palsu.

 

Alternatif 2: Jika memang benar Muhamad tidak pernah mengatakan ayat setan ini? Lalu keempat penulis biografi Muhamad setuju pada suatu kesalahan bahwa Muhamad adalah nabi yang palsu. Beberapa orang berkeinginan memilih untuk mengikuti sesuatu, walaupun mereka percaya pemimpinnya berbicara hal-hal tentang setan. Walaupun itu benar, apa yang kamu lakukan dengan ayat Qur’an itu tentang bisikan setan yang Muhamad terima? 

 

Bagaimanapun juga, Islam mengajarkan bahwa Allah mengijinkan firmanNya diputarbalikan, dan Allah mengijinkan miliknya dan pengikutnya untuk mempelajari cara yang salah sebagai cara yang benar. Ini karena Qur’an dalam Sura 43:44-45, mengindikasikan bahwa nabi-nabi yang terdahulu juga mempunyai pesan yang sama, Sura 41:43 mengatakan bahwa tak satupun  yang dikrimkan kepada Muhamad juga dikirm kepada nabi yang sebelumnya. Demikianlah bagi umat Islam, apakah

a) Allah mengijinkan untuk pesannya dirubah sebelum ini,

b) Atau Qur’an yang justru merupakan sabda yang dirubah.

Atau juga, menurut Islam, Allah tidak dapat dipercaya untuk menjaga Firmannya dari perubahan doktrin yang besar.

 

Percaya Pada Tuhan

 

Tuhan yang Maha Kuasa mempunyai kekuatan untuk menjaga FirmanNya. Manusia haruslah percaya pada Tuhan.

 

Percaya bahwa Tuhan memelihara FirmanNya. Sura 5:46-48 mengatakan bahwa Yesus menggenapi Taurat (pada masaNya), Tuhan mengirim injil pada bangsa Yahudi dan umat Kristen, dan bahkan pada masa Muhamad masih hidupun mereka dapat menguji kebenaran dari injil itu.  Sura 3:48 dan 5:110-111 menunjukkan Yesus mempunyai Hukum Taurat dan Injil. Murid Yesus juga bersemangat. Dalam Alkitab, Yesaya 59:21; 40:8; Mzm. 119:89 menunjukkan Firman Tuhan kekal abadi. FirmanNya adalah murni tanpa salah, dan dijaga dengan sempurna (tanpa kesalahan yang fatal) sampai hari ini. (Yes. 55:11; 1 Ptr 1:23-25; Mzm 119:89,91,144,160).

 

Percaya bahwa Tuhan ingin kamu semua mengikut pada jalan yang benar dan datanglah padaNya. Tuhan mengingkan tidak ada yang binasa (Ezekiel 18:23,32; 2 Ptr 3:9). Semua menurut pada Injil Yesus Kristus seperti dalam 2 Tesalonika 1:8.

 

Jangan percaya pada manusia. Jangan percaya pada yang lain yang akan menyuruhmu berpaling dari Tuhan. Sebenarnya, jangalah engkau menganggap dirimu sendiri ini bijak (Amsal 3:7). Lebih lagi, “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu”. (Amsal 3:5-6) Percayakah kamu bahwa Tuhan menuntun kamu kejalan yang lurus jika kamu mengakuiNya?

 

Percaya pada Yesus; Ia berasal dari Tuhan dan FirmanNya dipelihara. Yesus bukan pencuri (Yoh 10:8-10). Percaya bahwa Yesus memberikan HidupNya sebagai penebusa dosamu (Mat 20:28), sebagai penebus dosa (Roma 8:3), melalui darahNya dan yang bercucuran diatas kayu salib (Ibrani 10:19).

 

Percaya akan Tuhan Yesus dan kamu akan diselamatkan (Kisah para Rasul 16:31). “… Setiap orang yang percaya akan Dia tidak akan pernah dipermalukan” (Roma 10:11). Maka percayalah pada Tuhan, dan percaya bahwa Ia selalu menjagamu. Ia tidak mengijinkan FirmanNya yang abadi dirusak, maka Alkitab meruapakan buku yang paling dapat dipercaya. Beralihlah hidupmu pada Yesus Kristus, dan Ia akan memberikanmu damai dan ketentraman.. www.MuslimHope.com.